Sabtu, 03 Januari 2009

Proses LPG








LPG Recovery
LPG Recovery berfungsi untuk memisahkan LPG campuran dari proses distilasi crude di CDU IV dan V sebesar 79.3 % berat, hasil samping dari platformer unit sebesar 7.9 % berat, serta produk dari hydrocracker unibon (HCU) sebesar 12.8 % berat.Diagram alir proses LPG Recovery ditampilkan pada Gambar 4.8
Gambar 4.8 Diagram alir proses LPG Recovery



Sistem proses
Umpan LPG dari unit-unit tersebut dicampur dan dipanaskan dengan menggunakan media pemanas produk bottom dari deethanizer. Lalu dipanaskan dalam rangkaian HE sehingga suhu meningkat dari 38°C menjadi 87°C. Proses pemanasan ini dilakukan supaya fraksi ringan berada dalam fase gas dan naik ke atas. Sedangkan fraksi beratnya tetap tinggal di bawah dan berada dalam fase cair. Setelah dipanaskan dengan HE, LPG dimasukkan dalam kolom deethanizer untuk memisahkan fraksi yang lebih ringan dari propana. Dengan demikian akan dihasilkan produk overhead dan bottom.
Produk overhead keluar pada suhu 52°C dan tekanan 32.2 kg/cm2g dan mengandung sedikit propana (C3H8), etana (C2H6), metana(CH4), beserta impurities seperti H2O, H2S dan CO2. Produk overhead ini kemudian diinjeksi dengan corrosion inhibitor ± 3 ppm untuk mengikat H2S sehingga tidak menimbulkan korosi pada peralatan. Reaksi yang terjadi adalah : H2S + NaOH g Na2S + H2O
Sehingga konsentrasi hydrogen sulfida dalam produk overhead berkurang. Lalu produk overhead didinginkan dengan deethanizer overhead receiver. Ketika didinginkan terbentuk kondensat dan masih ada yang berwujud gas. Kondensat tersebut adalah H2O dan C3H8 sedangkan gasnya adalah metana, etana dan CO2. selanjutnya kondensat ini dipisahkan kembali,H2O akan dikirim ke SWS (Sour Water Stripper) untuk diolah lagi sedangkan propana akan dikembalikan ke deethanizer colom. Gas yang dihasilkan dipanaskan dalam off gas heater pada suhu 54ºC dan digunakan sebagai fuel gas.
Produk bottom dihasilkan pada suhu 104ºC dan tekanan 32.7 kg/cm2g. Produk botom ini terdiri atas propana, iso butana, n-butana, sedikit pentana dan sedikit H2S. Selanjutnya produk didinginkan dengan cooler hingga suhu 38ºC. Kandungan sulfur dari LPG Recovery Unit sudah rendah maka produk bisa disimpan dalam tangki.

Alamkoe

Rinduku terpahat dalam batu
suaraku mengalir bersama air bertebaran
menjadi bunga-bunga keabadian.

Aku patrikan diriku pada alam cinta,tembang,lara,berlagu di pucuk cemaraangin semilir padamkan gelora.

Aku tak,kaupun tak,kita tak pahambagaimana laut dengan cintanya mematrikan diri pada tebing terjal.

Aku ingin belah sepi tatkala bulan bersemi tapi kemana kan kupautkan rindu ketika air tak lagi bergemericik jernih.

Kepada alam jiwaku bermalam

Hutan kota Balikpapan mulai hilang

Hutan Lindung Sungai Wain atau biasa disingkat HLSW merupakan hutan lindung dengan luas 10.025 Ha yang dilalui sungai Wain, yang panjangnya 18.300 m dengan airnya yang jernih dengan hutan bakau dan habitat burung, ikan , kepiting dan orang hutan.
HLSW sebagai salah satu hutan yang menjadikan air sungainya sebagai bahan baku untuk PT. Pertamina (Persero) UP V Balikpapan dan perumahan pertamina.
Menurut keterangan Kepala Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkot Balikpapan, Doortje Marpaung di Balikpapan, Senin, penemuan spesies hewan baru di Hutan Lindung Sungai Wain ini, telah disampaikan pihak Unit Pelaksana Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (UP BPHLSW) ke pihak Pemkot.
Ada pun spesies hewan unik yang baru ditemukan oleh Stanislap, yang merupakan peneliti dari LSM Primata ini, adalah jenis bekantan, babi berjenggot, rusa bertanduk emas, kijang kuning, macan bertutul, harimau dan burung merak.
Temuan hewan spesies baru yang hidup di Hutan Lindung Sungai Wain, diketahui setelah tertangkap kamera tersembunyi yang dipasang pada beberapa titik di hutan lindung ini, kata Doortje. Dijelaskannya pula saat ini jenis bekantan, yang hidup di Hutan Lindung Sungai Wain merupakan salah satu hewan langka di dunia.
Seperti diketahui jenis hewan yang hidup pada kawasan ini terdapat sekitar 200 spesies burung, payau, Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang merupakan binatang langka merupakan maskot kota Balikpapan.
Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain yang memiliki luas sekitar 9.782 hektare, terletak di Kilometer 15 sebelah utara dari pusat kota Balikpapan.
Merupakan salah satu unggulan potensi wisata di Balikpapan yang berbasis lingkungan. Di kawasan hutan lindung ini, juga terdapat 390 jenis tumbuhan dengan tumbuhan khas hutan Kalimantan seperti Bangkirai, Kruing, Gaharu, Ulin, Kayu Hitam, Meranti, Pasak Bumi bahkan kawasan ini pun banyak ditemui beberapa jenis anggrek seperti anggrek Hitam (Black orchid).
Terkait dengan temuan hewan spesies baru yang hidup di hutan ini, pihak Pemkot Balikpapan menyampaikan hal ini ke masyarakat. Hal ini untuk mengingatkan kepada masyarakat, agar tetap menjaga kelestarian ekosistem di kawasan hutan lindung ini



Puncak Loyan Whit CADAS.COM

Puncak Loyan Whit CADAS.COM