
LPG Recovery
LPG Recovery berfungsi untuk memisahkan LPG campuran dari proses distilasi crude di CDU IV dan V sebesar 79.3 % berat, hasil samping dari platformer unit sebesar 7.9 % berat, serta produk dari hydrocracker unibon (HCU) sebesar 12.8 % berat.Diagram alir proses LPG Recovery ditampilkan pada Gambar 4.8
Gambar 4.8 Diagram alir proses LPG Recovery
LPG Recovery berfungsi untuk memisahkan LPG campuran dari proses distilasi crude di CDU IV dan V sebesar 79.3 % berat, hasil samping dari platformer unit sebesar 7.9 % berat, serta produk dari hydrocracker unibon (HCU) sebesar 12.8 % berat.Diagram alir proses LPG Recovery ditampilkan pada Gambar 4.8
Gambar 4.8 Diagram alir proses LPG Recovery
Sistem proses
Umpan LPG dari unit-unit tersebut dicampur dan dipanaskan dengan menggunakan media pemanas produk bottom dari deethanizer. Lalu dipanaskan dalam rangkaian HE sehingga suhu meningkat dari 38°C menjadi 87°C. Proses pemanasan ini dilakukan supaya fraksi ringan berada dalam fase gas dan naik ke atas. Sedangkan fraksi beratnya tetap tinggal di bawah dan berada dalam fase cair. Setelah dipanaskan dengan HE, LPG dimasukkan dalam kolom deethanizer untuk memisahkan fraksi yang lebih ringan dari propana. Dengan demikian akan dihasilkan produk overhead dan bottom.
Produk overhead keluar pada suhu 52°C dan tekanan 32.2 kg/cm2g dan mengandung sedikit propana (C3H8), etana (C2H6), metana(CH4), beserta impurities seperti H2O, H2S dan CO2. Produk overhead ini kemudian diinjeksi dengan corrosion inhibitor ± 3 ppm untuk mengikat H2S sehingga tidak menimbulkan korosi pada peralatan. Reaksi yang terjadi adalah : H2S + NaOH g Na2S + H2O
Sehingga konsentrasi hydrogen sulfida dalam produk overhead berkurang. Lalu produk overhead didinginkan dengan deethanizer overhead receiver. Ketika didinginkan terbentuk kondensat dan masih ada yang berwujud gas. Kondensat tersebut adalah H2O dan C3H8 sedangkan gasnya adalah metana, etana dan CO2. selanjutnya kondensat ini dipisahkan kembali,H2O akan dikirim ke SWS (Sour Water Stripper) untuk diolah lagi sedangkan propana akan dikembalikan ke deethanizer colom. Gas yang dihasilkan dipanaskan dalam off gas heater pada suhu 54ºC dan digunakan sebagai fuel gas.
Produk bottom dihasilkan pada suhu 104ºC dan tekanan 32.7 kg/cm2g. Produk botom ini terdiri atas propana, iso butana, n-butana, sedikit pentana dan sedikit H2S. Selanjutnya produk didinginkan dengan cooler hingga suhu 38ºC. Kandungan sulfur dari LPG Recovery Unit sudah rendah maka produk bisa disimpan dalam tangki.
Umpan LPG dari unit-unit tersebut dicampur dan dipanaskan dengan menggunakan media pemanas produk bottom dari deethanizer. Lalu dipanaskan dalam rangkaian HE sehingga suhu meningkat dari 38°C menjadi 87°C. Proses pemanasan ini dilakukan supaya fraksi ringan berada dalam fase gas dan naik ke atas. Sedangkan fraksi beratnya tetap tinggal di bawah dan berada dalam fase cair. Setelah dipanaskan dengan HE, LPG dimasukkan dalam kolom deethanizer untuk memisahkan fraksi yang lebih ringan dari propana. Dengan demikian akan dihasilkan produk overhead dan bottom.
Produk overhead keluar pada suhu 52°C dan tekanan 32.2 kg/cm2g dan mengandung sedikit propana (C3H8), etana (C2H6), metana(CH4), beserta impurities seperti H2O, H2S dan CO2. Produk overhead ini kemudian diinjeksi dengan corrosion inhibitor ± 3 ppm untuk mengikat H2S sehingga tidak menimbulkan korosi pada peralatan. Reaksi yang terjadi adalah : H2S + NaOH g Na2S + H2O
Sehingga konsentrasi hydrogen sulfida dalam produk overhead berkurang. Lalu produk overhead didinginkan dengan deethanizer overhead receiver. Ketika didinginkan terbentuk kondensat dan masih ada yang berwujud gas. Kondensat tersebut adalah H2O dan C3H8 sedangkan gasnya adalah metana, etana dan CO2. selanjutnya kondensat ini dipisahkan kembali,H2O akan dikirim ke SWS (Sour Water Stripper) untuk diolah lagi sedangkan propana akan dikembalikan ke deethanizer colom. Gas yang dihasilkan dipanaskan dalam off gas heater pada suhu 54ºC dan digunakan sebagai fuel gas.
Produk bottom dihasilkan pada suhu 104ºC dan tekanan 32.7 kg/cm2g. Produk botom ini terdiri atas propana, iso butana, n-butana, sedikit pentana dan sedikit H2S. Selanjutnya produk didinginkan dengan cooler hingga suhu 38ºC. Kandungan sulfur dari LPG Recovery Unit sudah rendah maka produk bisa disimpan dalam tangki.